UGM dan Kalurahan Caturtunggal Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Rerasan Pangan

09 Oktober 2025
Administrator
Dibaca 4 Kali
UGM dan Kalurahan Caturtunggal Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Rerasan Pangan

Sleman — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menggelar kegiatan Rerasan Pangan di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal, Rabu (8/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Universitas Gadjah Mada Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., para dosen, PJ Lurah Caturtunggal, dukuh se-Caturtunggal, BPKal, kelompok wanita tani (KWT), LKK, serta perwakilan masyarakat.

Kegiatan Rerasan Pangan merupakan tindak lanjut dari surat kerja sama UGM dengan Pemerintah Kalurahan Caturtunggal sebagai bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan ini, UGM memperkenalkan inovasi pertanian terbaru berupa varietas padi Gamagora (Gadjah Mada Gogo Rancang) — varietas unggul ketujuh hasil penelitian UGM yang mampu tumbuh di lahan basah maupun kering, tahan hama, serta memiliki waktu panen yang lebih cepat.

Dalam sambutannya, Pj. Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi pintu kolaborasi yang lebih erat antara UGM dan masyarakat Kalurahan Caturtunggal.

“Kalurahan memiliki kewajiban mengalokasikan 20 persen dana untuk ketahanan pangan. Dengan pendampingan dari UGM, dana ini bisa benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan angka stunting. Kami juga berharap hadirnya UGM dapat menumbuhkan semangat anak muda untuk menjadi petani milenial,” ujar beliau.

Sementara itu, Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ranah akademik.

“Kami ingin ilmu yang dihasilkan dari kampus bisa diketahui, digunakan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, UGM juga bekerja sama dengan BUMN Agrinas untuk mengembangkan padi Gamagora di berbagai wilayah. Selain isu pangan, UGM turut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang baik sebagai bagian dari ekosistem pertanian berkelanjutan.

Salah satu dosen UGM dan tim peneliti, Adrianto Ansari, menjelaskan bahwa Gamagora merupakan hasil persilangan varietas padi unggul “raja lele” dengan ketahanan tinggi terhadap perubahan cuaca dan hama.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga keamanan. Di tengah isu beras impor, kita perlu memperkuat kemampuan lahan lokal yang memang potensial,” ungkapnya.

Menutup acara, Rizki Kirana, salah satu perwakilan peneliti muda UGM, menambahkan pesan reflektif,

“Tanah tidak akan hidup jika tidak ditinggali, dan ilmu tidak akan tumbuh bila tidak bersentuhan dengan masyarakat,” ungkap Rizki.

Kegiatan Rerasan Pangan diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan serta kesejahteraan warga Kalurahan Caturtunggal (oktaviana)