Malam Tasyakuran HUT RI ke-80, PJ Lurah Caturtunggal Tekankan Pentingnya Kolaborasi

19 Agustus 2025
Administrator
Dibaca 4 Kali
Malam Tasyakuran HUT RI ke-80, PJ Lurah Caturtunggal Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Pendopo Puspadenta – Malam Tasyakuran dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalurahan Caturtunggal berlangsung pada Minggu (17/8) di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 200 undangan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Panewu Depok beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon Depok, Penjabat Lurah Caturtunggal bersama jajaran pamong, dukuh se-Caturtunggal, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Caturtunggal, serta unsur pimpinan dan anggota Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) Caturtunggal.

Dalam sambutannya Pj Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian menyampaikan momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bergerak maju.

“Pemerintah Kalurahan Caturtunggal akan senantiasa beradaptasi, meningkatkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan aspiratif. Namun, tentu saja keberhasilan itu membutuhkan dukungan dari seluruh lembaga, pamong, dan masyarakat Caturtunggal. Mari kita bersama-sama mempererat persatuan, menjaga semangat gotong royong, serta memperkuat pemberdayaan demi terwujudnya Caturtunggal yang lebih maju”, Ungkapnya.

Rangkaian acara semakin khidmat dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Pj Lurah Caturtunggal yang diserahkan kepada Ketua Karang Taruna Caturtunggal, Muhammad Chaidir Sofwan, didampingi Panewu Depok dan Forkompim Kapanewon Depok. Pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus doa agar Kalurahan Caturtunggal semakin sejahtera dan senantiasa diberi kekuatan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.

Sementara itu, Panewu Depok dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Kalurahan Caturtunggal dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam membangun masyarakat Sleman yang sejahtera.

Acara tasyakuran ini ditutup dengan doa bersama serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan bangsa. (oktaviana)