Bank Sampah Caturtunggal Dorong Pemanfaatan Sampah Elektronik
Sleman – Paguyuban Bank Sampah Caturtunggal Memilah terus berinovasi dalam mengolah sampah, termasuk sampah elektronik. Hal ini tampak dalam pertemuan rutin yang digelar pada Jumat (19/9/2025) di Ruang Wisnubrata, Kalurahan Caturtunggal, dengan agenda utama “Pemanfaatan Sampah Elektronik”.
Pertemuan ini dihadiri 22 peserta dari berbagai bank sampah di wilayah Caturtunggal. Ketua Paguyuban Bank Sampah Caturtunggal Memilah, Sulastyo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Caturtunggal atas dukungan yang konsisten terhadap kegiatan bank sampah dan sedekah sampah. Ia juga menyambut kehadiran anggota baru, yakni Bank Sampah Jasmine Berseri (Nologaten) dan Bank Sampah Lumbung Sampah Berkah (Papringan), yang diharapkan dapat kembali aktif.
Dari pihak pemerintah kalurahan, Yuni Karinawati selaku staf Ulu-ulu menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Kapanewon Depok pada 16 September 2025. Hasil monev menunjukkan adanya sejumlah bank sampah yang tidak aktif meski telah lama berdiri. Kegiatan tersebut meupakan bentuk pendampingan untuk bank sampah atau sedekah sampah yang sudah memiliki SK.
“Target pendampingan selanjutnya akan difokuskan pada bank sampah yang belum aktif kembali, seperti Bank Sampah Jasmine Berseri, Lumbung Sampah Berkah, dan Bank Sampah Gowok,” ujar Yuni.
Pada sesi materi, narasumber Bapak Sigit memberikan praktik pemanfaatan sampah elektronik, di antaranya pembuatan TV karaoke dari adaptor bekas, penyaring air hujan dengan pralon, penyiram otomatis menggunakan mesin air bekas, hingga rod dryer dari motor kipas untuk memperbaiki alat pancing. Ia berpesan agar masyarakat berani mencoba karena semua akan terasa sulit bila tidak pernah memulai.
Diskusi yang berlangsung interaktif menyoroti kendala di lapangan, seperti kejenuhan pengurus, cakupan wilayah yang terlalu luas, serta berkurangnya antusiasme nasabah. Dari hasil diskusi, disepakati bahwa pengelolaan data di tingkat RT dapat menjadi langkah awal bagi bank sampah yang belum aktif. Selain itu, pembentukan kelompok baru di tingkat RW juga bisa menjadi solusi untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh bank sampah di Caturtunggal dapat semakin berdaya, aktif kembali, serta mampu menghadirkan inovasi pengolahan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.. (oktaviana)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin