Kader Kesehatan Caturtunggal Perkuat Kapasitas Penanganan Bayi Prematur

23 Januari 2026
Administrator
Dibaca 5 Kali
Kader Kesehatan Caturtunggal Perkuat Kapasitas Penanganan Bayi Prematur

Depok – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melalui Tim Penggerak PKK menggelar Pertemuan Rutin Kader Kesehatan pada Kamis (22/1/2026) di Pendopo Puspadenta. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman kader terkait penanganan dan perawatan bayi prematur.

Pertemuan diikuti oleh kader kesehatan dari seluruh padukuhan di Kalurahan Caturtunggal. Acara berlangsung dengan antusias, diawali dengan pembukaan, menyanyikan Mars PKK, Mars KB, dan Mars Caturtunggal, serta sambutan dari Ketua TP PKK Kalurahan Caturtunggal.

Ketua TP PKK Kalurahan Caturtunggal, Siti Juwariyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para kader atas dedikasi dan peran penting mereka sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di masyarakat. Ia menegaskan bahwa kader memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu dan bayi, khususnya bayi prematur yang membutuhkan perhatian khusus.

“Pengetahuan dan keterampilan kader sangat menentukan kualitas pendampingan di lapangan. Melalui pertemuan ini, kami berharap kader semakin percaya diri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Materi inti disampaikan oleh Tri Widiastuti, yang memaparkan secara komprehensif mengenai perawatan bayi prematur. Ia menjelaskan bahwa perawatan bayi prematur menitikberatkan pada menjaga suhu tubuh bayi, pemenuhan nutrisi melalui ASI atau formula khusus, kebersihan lingkungan, serta stimulasi lembut.

Salah satu metode yang ditekankan adalah Metode Kanguru, yakni kontak kulit langsung antara ibu dan bayi, yang terbukti membantu menjaga suhu tubuh, meningkatkan ikatan emosional, serta mendukung tumbuh kembang bayi. Selain itu, kader juga diingatkan pentingnya pemantauan rutin ke dokter spesialis anak untuk mengantisipasi risiko kesehatan seperti gangguan pernapasan, penglihatan, dan keterlambatan tumbuh kembang.

Dalam sesi pemaparan juga disampaikan pentingnya deteksi dini dan stimulasi perkembangan bayi secara berkala, mulai dari usia nol hingga enam bulan, serta anjuran membawa bayi usia 2,5 bulan secara rutin ke layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Kegiatan ini turut diselingi dengan ice breaking sederhana untuk menjaga semangat peserta, sebelum ditutup dengan rangkuman materi, penyampaian informasi dari BLKB, absensi, serta pengumuman kegiatan lanjutan kader di masing-masing padukuhan.

Melalui pertemuan rutin ini, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal berharap para kader kesehatan semakin siap menjadi pendamping masyarakat dalam upaya menurunkan risiko kesehatan bayi prematur serta meningkatkan kualitas hidup keluarga di wilayah Caturtunggal.(oktaviana)