Perkuat Literasi Finansial, Aparatur Kalurahan Caturtunggal Ikuti Bimtek Keuangan Berkelanjutan
Sleman – Kalurahan Caturtunggal menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Keuangan yang Bijak dan Berkelanjutan pada Sabtu (7/02/26) di GRAMM Hotel by Ambarrukmo. Kegiatan ini dihadiri oleh Narasumber dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN), Penjabat Lurah beserta istri, Unsur Pimpinan, Dukuh beserta istri, Ketua BPKal, serta staf yang bertugas sebagai bentuk peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan jangka panjang.
Bimtek dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan sambutan dari Pj. Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, S.IP., M.IDS., M.PA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh dukuh yang telah hadir serta menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.
“Pengelolaan keuangan yang baik akan berdampak pada kinerja yang baik pula, serta menjadi bekal penting bagi kesejahteraan kita hingga masa pensiun,” ujar Feri.
Ia juga menambahkan, “Saat pensiun nanti akan ada penghasilan pengganti, namun jumlahnya tidak sama dengan gaji aktif. Karena itu, perencanaan keuangan sejak dini menjadi sangat penting bagi kita semua.”
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS., Ak., CA. yang menekankan bahwa peningkatan penghasilan umumnya diikuti oleh meningkatnya kebutuhan dan keinginan serta adanya risiko yang tidak dapat dihindari, seperti kondisi kesehatan. Ia mengingatkan pentingnya kebiasaan menabung dan penganggaran pengeluaran secara bulanan.
“Ketika penghasilan meningkat, biasanya kebutuhan dan keinginan juga ikut meningkat. Oleh karena itu, menabung dan mengatur pengeluaran secara bulanan harus menjadi kebiasaan. Jika uang terasa kurang, ada tiga langkah yang bisa dilakukan: menambah penghasilan, mengurangi pengeluaran, dan berhemat,” jelasnya.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Dr. Soegiharto, M.Acc., Ak., CA. yang menyoroti bahwa keberhasilan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, melainkan oleh kemampuan dalam mengelolanya.
“Yang terpenting bukan seberapa besar penghasilan kita, tetapi bagaimana kita mengelolanya. Perencanaan keuangan bukan semata untuk menjadi kaya, melainkan agar kita dapat menikmati hidup dengan lebih tenang dan terencana,” ungkap Soegiharto.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait pengelolaan keuangan pribadi maupun keluarga. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai langkah-langkah praktis dalam merencanakan keuangan secara bijak dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan kesadaran serta kemampuan dalam merencanakan dan mengelola keuangan secara bijak, berkelanjutan, serta lebih siap menghadapi masa pensiun dengan kondisi yang sejahtera.(oktaviana)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin