Inkubator PUPM 2025 Hadirkan Pendampingan Bisnis Untuk UMKM Caturtunggal

27 Agustus 2025
Administrator
Dibaca 4 Kali
Inkubator PUPM 2025 Hadirkan Pendampingan Bisnis Untuk UMKM Caturtunggal

Sleman – Sebanyak 25 pelaku UMKM Kalurahan Caturtunggal mengikuti program Inkubator Kewirausahaan (PUPM) 2025 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2025, di LPP Convention Hotel, Demangan, Sleman.

Kegiatan ini merupakan program dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Sleman yang bekerja sama dengan Ibisma Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai fasilitator. Inkubator kewirausahaan ini diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas dengan peningkatan kapasitas usaha, manajemen, hingga strategi pemasaran digital.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi Sleman didampingi Penjabat (PJ) Lurah Caturtunggal Feri Ferdian, S. IP.,M.IDS.,MPA.

 “Melalui program ini, kami ingin UMKM di wilayah Caturtunggal memiliki daya saing lebih kuat dan mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi,” ujar Feri.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi antara lain Manajemen Operasional dan SDM, Halal Bisnis, Business Model Canvas, Manajemen SOP, Digital Marketing, hingga Fotografi Produk. Narasumber yang dihadirkan berasal dari akademisi, praktisi, dan pakar kewirausahaan, termasuk Muchamad Sugarindra, dr. Sani Rachman Soleman, Bagus Panuntun, Hilari Dwi Desuari, Anggia Pitaloka, serta praktisi fotografi Ahmad Fauzi.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan program pendampingan intensif oleh Ibisma-UII agar para peserta dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan usaha mereka.

Kepala Dinas Koperasi, UKM Kabupaten Sleman diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih, S.E., M.Si. dalam kesempatan  menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM.

 “UMKM di Sleman memiliki potensi besar, sehingga perlu difasilitasi agar bisa berkembang lebih profesional, kreatif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dengan kuota terbatas hanya 25 peserta, kegiatan inkubator ini diharapkan menjadi model pembinaan UMKM yang lebih efektif, sehingga pelaku usaha tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan. (oktaviana)